Tentang Aksesoris Toyota
Material
Terbuat dari material yang terbaik sesuai standar Toyota:
1.) Polyprophelene Plastic (PP)
Bahan yang tahan benturan, sering dipakai untuk front & rear bumper guard.
2.) Acrylonitrie Butadine Styrene (ABS)
Bahan yang sangat ringan sehingga tidak akan mengganggu performa kendaraan.
Standar material yang digunakan
Standar untuk menjaga supaya material yang digunakan mempunyai daya tahan untuk kondisi yang akan sering dihadapi.
Contoh: Untuk spoiler menggunakan material ABS karena material ini paling tahan terhadap sinar matahari.
Proses pembuatan yang sesuai standar Toyota
Langkah 1 - Styling Design
Tujuan: Untuk memberikan desain yang terbaik
Proses: Membuat beberapa alternatif styling design (2 dimensi), mengadakan design review, dan memilih satu desain yang terbaik
Langkah 2 - Product Design /CAD Data Development
Tujuan: Produk jadi nanti akan benar-benar sesuai dengan desain produk (product design)
Proses: Desain yang terpilih kemudian dibuat data 3 dimensi dengan bantuan Computer Aided Design (CAD), lengkap dengan posisi pemasangan, dan komponen pendukung seperti nut & bolt, double adhesive tape, atau klip. Hasilnya disebut CAD Data. Kemudian dibuat drawing atau gambar teknik. Hasil produksi massal nantinya harus sesuai dengan drawing ini, baik secara dimensi maupun kelengkapan komponennya
Langkah 3 - Mock-up Review
Tujuan: Memastikan persisi produk benar-benar tepat dan sesuai dengan kendaraan
Proses: Membuat produk yang menyerupai produk aslinya, mengevaluasi dengan melakukan pemasangan ke mobil. Jika masih terdapat kekurangan, CAD data direvisi dan dievaluasi lagi. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah timbulnya masalah saat produk tersebut diproduksi massal.
Langkah 4 - Tooling Development
Tujuan: Untuk memastikan semua alat-alat yang digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk menghasilkan produk yang terbaik
Proses: Pembuatan perangkat pendukung produksi massal, seperti mold (cetakan), jig (alat bantu proses / pemasangan), checking fixture (alat bantu pengecekan produk). Proses ini umumnya memakan waktu, maksimal, 3 bulan.
Langkah 5 - Trial & Performance Evaluation
Tujuan: Untuk menguji daya tahan produk sehingga memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen
Proses: Hasil produksi massal diuji ketahanannya melalui beberapa tes sesuai standar yang diterapkan TOYOTA seperti ketahanan terhadap panas, vibrasi, atau bahan kimia.
Standar Pengetesan: Memastikan metode yang digunakan benar-benar dapat menguji ketahanan produk.
Contoh: Untuk ketahanan front bumper guard dan rear bumper guard diuji dengan melakukan 30 kali automatic car washing test (mobil dicuci 30 kali secara kontinyu dengan menggunakan automatic car washing machine) untuk memastikan tidak terjadi perubahan posisi dan tidak ada cat yang mengelupas.
Untuk ketahanan side visor terhadap sinar UV (ultraviolet) diuji dengan disinari lampu 130 V suhu 80°C selama 200 jam
Langkah 6 - Quality Control
Tujuan: Untuk memastikan hanya produk dengan kualitas terbaik yang akan sampai ke tangan konsumen
Proses: Menentukan batasan kualitas, seperti dimensi dan tampilan (gores, bintik)
Langkah 7 - Mass Production
Setelah produk dipastikan memenuhi standar yang diterapkan TOYOTA, dan sudah dilakukan proses persetujuan (approval) barulah Pemasok atau Supplier mulai melakukan produksi secara massal.
Dengan keyakinan telah memberikan produk dengan kualitas yang terbaik kepada konsumennya, TOYOTA menjamin semua produkmya dengan garansi 1 tahun. Garansi ini akan mengganti semua cacat atau kerusakkan produk yang disebabkan bukan karena human error dari pemilik dengan claim yang mudah.
Cara mengajukan claim:
Anda hanya perlu mengadukan kerusakkan ini ke dealer atau cabang tempat Anda membeli dengan membawa bukti pembayaran untuk setelah itu akan dilakukan pemeriksaan penyebab kerusakan, setelah lolos pemeriksaan maka Anda akan mendapatkan aksesoris sejenis yang 100% baru sebagai ganti dari aksesoris Anda yang rusak.
Regards,
Steven Oktavian (Okta)
0853.155.155.15
022.92.93.94.93
PIN : 256FAD7D
- Tunas Toyota Cimindi -
022.61.51.75.53
- Sukses Test Drive -
1. Siapkan SIM dan tanda pengenal lain yang diperlukan untuk adminitrasi di dealer. Dari rumah, juga sudah persiapkan kira-kira kebutuhan mobil seperti apa, termasuk fitur-fiturnya. Ini mencegah calon konsumen kehilangan orientasi ketika salesperson menawarkan beragam fitur menarik.
2. Setelah administrasi beres, salesperson akan menyiapkan unit mobil test drive.
3. Setelah siap, sales person akan menemani anda. Ini akan kesempatan salesperson untuk menjelaskan lebih mendalam tentang mobil.
4. Adakalanya pihak dealer sudah punya rute yang dipersiapkan untuk sesi test drive. Rute ini dirancang agar bisa memberi pengalaman mengemudi di berbagai kondisi seperti jalanan kota, tol, jalan berliku/perbukitan, beragam kondisi lalulintas dan menunjukkan bagaimana mobil ini merespon aneka kondisi itu.
5. Biasanya sesi pertama salesperson yang akan berada di belakang kemudi menjelaskan driving dynamics mobil. Calon konsumen di kursi penumpang bisa mengeksplorasi fitur-fitur yang ada seperti semudah apa mengatur kursi, pengaturan suhu, dan tombol-tombol entertainment system. Termasuk seberapa lapang ruang kaki dan kepala.
6. Saat berada di balik kemudi, calon konsumen bisa memanfaatkan untuk mengekplorasi driving dynamics mobil. Jangan lupa untuk memeriksa seberapa mudah mengatur kursi, kemudi, spion dan seatbelt
7. Jalankan mobil dengan normal, tidak perlu ekstrim, toh kondisi ektrim tidak terjadi setiap hari. Bila memungkinkan tambahi rute test drive dengan jalur yang sering anda lewati/bakal dilewati setiap hari untuk mengetahui karakter dan kenyamanan mobil.
8. Beri perhatian pada blind spot (area yang tidak terlihat dari spion), respon mobil saat akselerasi, mengerem, dan menikung. Juga seberapa mudah di diparkir atau mundur.
9. Test drive biasanya berlangsung 30 menit dan bersiap-siap menerima pertanyaan dari salesperson yang mennyakan kapan siap untuk membeli. Sebagai calon pembeli anda tidak harus menjawab saat itu. Bila butuh waktu untuk mencari alternatif lain, jangan sungkan-sungkan meminta waktu berpikir.
10. Salesperson akan sangat menghargai calon pembeli yang menepati janji memberi jawaban beli atau tidak. Jika calon konsumen terlihat berminat, dealer bisa saja memberi kesempatan lebih banyak untuk test drive dalam waktu lebih panjang agar calon-calon pembeli benar-benar mantap dengan keputusannya.
Regards,
Steven Oktavian (Okta)
0853.155.155.15
022.92.93.94.93
PIN : 256FAD7D
- Tunas Toyota Cimindi -
022.61.51.75.53
- Tekanan Angin Ideal -
Sebelum Toyota lovers bersiap-siap untuk beraktifitas ada baiknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan thd kendaraan yg sehari-hari menemani dlm aktifitas kita.
Salah satu titik pemeriksaan yg harus kita lakukan sebelum berkendara adalah ban. Sebaiknya jangan lupa untuk memeriksa seluruh ban sebelum melajukan kendaraan. Tekanan angin yg kurang pada ban membuat gesekan antara tapak ban dan permukaan jalan menjadi sangat besar, dan membuat suhunya menjadi lebih cepat panas.
Jika dipaksakan ban dg tekanan angin yang kurang akan membuat ban lebih mudah pecah. Selain itu bisa membuat ban lebih berat berputar sehingga kerja mesin dlm menggerakkan roda pun menjadi lebih berat dan relatif membuat konsumsi bbm lebih boros.
Sebaliknya tekanan angin yang terlalu tinggi juga tdk safe karena daya cengkram ban terhadap permukaan jalan pun berkurang. Tekanan angin terlalu tinggi jg membuat ban mudah pecah.
Karena itu yang paling aman adalah tekanan yg ideal. Biasanya angka tekanan ban ideal tertera di sisi dlm pintu dekat setir, dapat juga dilihat di buku pedoman pemilik. Akan lebih baik lagi jika isi ban anda menggunakan gas nitrogen karena selain dapat mengurangi resiko karat pada velg, massa jenis yg diperoleh lebih ringan sehingga membuat kinerja suspensi kendaraan lebih ringan.
Selamat menjalankan aktifitas anda dan drive safely, semoga hari ini dilancarkan dan dimudahkan segala urusan anda.
Regards,
Steven Oktavian (Okta)
0853.155.155.15
022.92.93.94.93
PIN : 256FAD7D
- Tunas Toyota Cimindi -
022.61.51.75.53
Salah satu titik pemeriksaan yg harus kita lakukan sebelum berkendara adalah ban. Sebaiknya jangan lupa untuk memeriksa seluruh ban sebelum melajukan kendaraan. Tekanan angin yg kurang pada ban membuat gesekan antara tapak ban dan permukaan jalan menjadi sangat besar, dan membuat suhunya menjadi lebih cepat panas.
Jika dipaksakan ban dg tekanan angin yang kurang akan membuat ban lebih mudah pecah. Selain itu bisa membuat ban lebih berat berputar sehingga kerja mesin dlm menggerakkan roda pun menjadi lebih berat dan relatif membuat konsumsi bbm lebih boros.
Sebaliknya tekanan angin yang terlalu tinggi juga tdk safe karena daya cengkram ban terhadap permukaan jalan pun berkurang. Tekanan angin terlalu tinggi jg membuat ban mudah pecah.
Karena itu yang paling aman adalah tekanan yg ideal. Biasanya angka tekanan ban ideal tertera di sisi dlm pintu dekat setir, dapat juga dilihat di buku pedoman pemilik. Akan lebih baik lagi jika isi ban anda menggunakan gas nitrogen karena selain dapat mengurangi resiko karat pada velg, massa jenis yg diperoleh lebih ringan sehingga membuat kinerja suspensi kendaraan lebih ringan.
Selamat menjalankan aktifitas anda dan drive safely, semoga hari ini dilancarkan dan dimudahkan segala urusan anda.
Regards,
Steven Oktavian (Okta)
0853.155.155.15
022.92.93.94.93
PIN : 256FAD7D
- Tunas Toyota Cimindi -
022.61.51.75.53
- Hindari Cedera Pada Ibu Jari -
Pasalnya hampir setiap mobil yang beredar sekarang telah dilengkapi power steering. Tujuannya adalah memudahkan pengemudi saat memutar lingkar setir, supaya terasa lebih ringan. Keistimewaan lainnya adalah lingkar kemudi yang diputar habis, akan kembali dengan cepat begitu setir dilepas. Nah disaat berputar kembali dengan cepat itulah, kerap terjadi ibu jari tersangkut oleh palang lingkar kemudi. Bahkan beberapa kasus di luar negeri pernah menimbulkan cedera parah hingga ada yang patah. Untuk meminimalisir keadaan tersebut, idealnya posisi ibu jari tetap berada di luar atau sejajar di atas lingkar kemudi dengan arah ke atas. Sementara keempat jari mencengkeram di lingkar kemudi. Hindari posisi ibu jari bertemu atau berhadapan dengan jari telunjuk.
Selain itu posisi mengemudi yang ideal adalah menggenggam di arah jam 9 untuk tangan kiri, dan posisi jam 3 bagi tangan kanan. Maksudnya adalah memudahkan bagi pengemudi untuk melakukan manuver sesuai dengan yang diinginkan (berbelok, berputar atau menghindar).
Yang menarik, kini seluruh lingkar kemudi mobil-mobil produksi dari Toyota, telah didesain se-ergonomis mungkin untuk kenyamanan dan keamanan pengemudinya. Dengan memegang lingkar kemudi yang benar, cedera pada ibu jari bisa terhindarkan sejak dini.
Regards,
Steven Oktavian (Okta)
0853.155.155.15
022.92.93.94.93
PIN : 256FAD7D
- Tunas Toyota Cimindi -
022.61.51.75.53
Langganan:
Komentar (Atom)